Kami, PERUQYAH SYAR'i bukan DUKUN
Hati ini bergetar pilu melihat begitu banyak saudara-saudari kita yang sedang tersiksa. Sakit yang tak kunjung sembuh meski sudah bolak-balik ke dokter. Anak yang tiba-tiba menjerit di malam hari tanpa sebab. Suami yang berubah dingin dan mudah marah. Rumah yang terasa berat dan gelap. Mereka datang dengan harapan kesembuhan, tapi sering kali jatuh ke pelukan yang samar dan berbahaya.
Kami menulis artikel ini dengan keprihatinan mendalam dan tanggung jawab agama. Bukan untuk menyerang seseorang, melainkan untuk menyelamatkan jiwa dari jurang syirik yang mengancam dunia dan akhirat. Karena gangguan jin, sihir, dan ain itu nyata, tapi jalan pengobatannya harus tetap di atas petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah.
Keperihatinan yang Semakin Nyata
Fenomena dukun yang “bersembunyi” di balik jubah agama semakin marak. Mereka menggunakan istilah ruqyah, berpakaian islami rapi, bahkan menyebut diri “ruqyah Qur’ani”. Ada yang bergelar Kyai, Ustadz, atau Habib. Mereka mampu menangani puluhan hingga ratusan pasien dalam sehari dengan cepat luar biasa. Antrean membludak, biaya “seikhlasnya”, dan sering mengobati tanpa menyentuh—terutama lawan jenis—sehingga terkesan lebih sopan dan islami.
Padahal, ini hanya tipuan. Contoh klasik adalah dukun cilik Ponari di Jombang yang dulu ramai dikunjungi ribuan orang. Ia mengobati dengan cara menyelupkan batu ke air, sambil santai bermain ponsel—bukan karena kesucian, melainkan karena bukan dirinya yang bekerja, tapi jin khodamnya. Banyak yang tidak meminta syarat aneh di awal, tapi hanya bertanya saja kepada mereka sudah membuat sholat tidak diterima selama 40 malam.
“Barangsiapa mendatangi peramal (dukun) lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka sholatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)
Di sisi lain, banyak yang sudah berobat ke medis bertahun-tahun tapi tetap menderita. Ketergantungan obat kimia, efek samping yang menyiksa, biaya pengobatan yang mahal, bahkan ada yang meninggal karena komplikasi tindakan medis. Jika akar masalahnya adalah gangguan jin, sihir, atau ain, maka pengobatan medis memang tidak akan menyentuh akar penyebabnya. Putus asa dan ingin cepat sembuh, akhirnya mereka beralih ke “ruqyah” yang murah dan instan itu.
Persamaan yang Menipu
Benar, keduanya bisa menjadi sebab kesembuhan bagi penyakit yang disebabkan gangguan jin—penyakit yang biasanya tidak terbaca jelas oleh alat medis modern. Tapi persamaannya hanya sampai di situ. Sisanya adalah jurang lebar antara tauhid dan syirik.
Peruqyah Syar’iyah: Jalan yang Diberkahi Nabi
Kami, peruqyah Islami/Syar’iyah, mengusir jin semata-mata dengan ruqyah bacaan Al-Qur’an dan doa-doa nabawi yang shahih, serta tindakan logis yang telah terbukti sejak zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Terkadang kami perlu memegang bagian tubuh yang menjadi sarang gangguan—persis seperti yang dilakukan Nabi ketika meruqyah sahabatnya. Prosesnya membutuhkan waktu dan kesabaran. Kami mendiagnosa dengan teliti: bertanya gejala, mengamati reaksi saat ayat-ayat Allah dibacakan. Tidak ada pusaka, keris, tasbih bertuah, rajah, jimat, atau benda-benda mistis. Ruangan praktik kami sederhana—hanya ada nasihat agama, buku-buku ruqyah syar’iyah, dan Al-Qur’an.
Ilmu ini aman dunia dan akhirat. Bisa diajarkan dan dipraktikkan oleh setiap Muslim yang ikhlas, karena kami tidak memanggil jin, melainkan hanya memohon rahmat Allah semata.
Dukun/Paranormal: Cepat, Tapi Berbayar dengan Akhirat
Mereka mengusir jin dengan khodam jin yang lebih kuat. Bukan mereka yang berjuang, melainkan jin pembantunya yang melakukan terawangan. Makanya bisa mengobati tanpa menyentuh pasien (atau kalau menyentuh, hanya formalitas). Langsung tahu sarang penyakit tanpa diagnosa lama. Bisa melayani banyak orang dalam sehari karena dibantu kekuatan gaib.
Mereka sering mengklaim “ikhlas” karena khodam tidak bisa dibayar uang. Tapi kadang meminta syarat aneh—itu permintaan jin. Di tempat praktik biasanya terpajang pusaka, keris, rajah, tulisan aneh, patung macan putih, atau benda-benda mistis lainnya.
Transfer ilmunya hanya bisa dengan memindahkan khodam jin kepada orang tertentu. Bukan ilmu murni, melainkan rantai perbudakan gaib.
Ini dosa besar. Bahkan sekadar bertanya sudah menyebabkan sholat tidak diterima 40 malam. Jika sampai percaya dan mengikuti, itu masuk kategori syirik—dosa yang Allah tidak ampuni kecuali dengan taubat nasuha sebelum mati.
Peringatan dengan Kasih Sayang yang Dalam
Saudaraku yang sedang menderita, kami memahami keputusasaanmu. Biaya medis mahal, sakit tak kunjung hilang, ingin cepat sembuh. Tapi ingatlah: kesembuhan yang dibeli dengan syirik sering kali hanya sementara. Jin yang diusir dengan jin yang lebih kuat bisa kembali, atau diganti musibah yang lebih berat—keluarga hancur, rezeki terhenti, iman pudar.
“Dan barangsiapa menjadikan setan sebagai teman karib, maka sungguh ia adalah teman yang seburuk-buruknya.” (QS. An-Nisa: 38)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras ruqyah yang mengandung syirik dan bid’ah. Beliau bersabda:
“Tunjukkanlah kepadaku ruqyah kalian. Tidak apa-apa dengan ruqyah selama tidak mengandung syirik.” (HR. Muslim)
Kami Bukan Dukun. Kami Hanya Peruqyah Syar’i
Kami tidak menjanjikan kesembuhan sekejap mata. Kami tidak keren karena tidak bisa menerawang, menebak foto, merasakan aura, berkomunikasi dengan jin secara langsung ataupun cara-cara lainnya. Kami tidak 'sakti' karena bisa tahu penyakit atau keluhan secara langsung tanpa bertanya, tahu siapa pengirim sihir atau lainnya, apalagi weton, warna cat rumah dsb.
Akan tetapi, kami menjanjikan jalan ikhtiar hingga kesembuhan yang diberkahi Allah. Kami tidak punya khodam jin. Kami hanya punya Al-Qur’an, Sunnah, dan keyakinan bahwa “Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.” melalui hal yang logis, wajar, rasional sesuai dengan takdir yang diturunkan Allah.
Jika Anda sedang mengalami sakit yang tak tertangani medis, jika rumah terasa gelap, jika keluarga gelisah—datanglah kepada ruqyah yang sesuai syariat. Kami siap meruqyah dengan sabar. Kami siap mengajari Anda agar bisa meruqyah diri sendiri dan keluarga.
Yang paling utama: kembalilah kepada Allah. Perbanyak taubat, sholat lima waktu, dzikir, dan bacaan Al-Qur’an di rumah. Karena kesembuhan hakiki bukan hanya hilangnya penyakit jasmani, melainkan juga selamatnya hati dan akhirat kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ruqyah Syar'iyyah GriyaRumaysho.com, Gunung Anyar Surabaya
WA 085732755111
Ditulis dengan air mata keprihatinan dan tanggung jawab agama, oleh mereka yang memilih tetap teguh di jalan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam